Kategori: Kerajinan

Bitterballen yang lezat

Hasil gambar untuk Bitterballen yang lezat

 

 

 

Makanan yang berasal dari belanda ini mirip seperti kroket, namun bentuknya lebih kecil kecil dibanding kroket sekitar 3 sampai 4 cm. Bitterballen ini biasanya disajikan sebagai kudapan bersama minuman teh ataupun kopi.

Bitterballen yang enak memiliki kulit yang renyah dan isian yang lembut. Bitterballen biasanya di nikmati dengan pesan snack takjil cocolan saus atau kamu juga bisa menyajikan dengan topping keju melt diatasnya. Yuk kita buat bitterballen yang enak dan lezat di rumah, dan ternyata cara membuatnya sangat lah mudah.

Bahan bahan yang di butuhkan adalah

100 gram margarine

1 butir bawang bombay (kurang lebih 75 gram) dicincang halus.

150 gram tepung terigu

350 cc susu

250 gram daging cincang, disangrai sampai airnya habis.

Garam secukupnya

Pala secukupnya

Merica secukupnya

Gula pasir secukupnya

100 gram tepung roti

2 butir telur, di kocok sebenta

Minyak goreng secukupnya.

 

Cara membuat Bitterballen yang lezat :

  • Panaskan margarine, tumis bawang bombay sampai baunya harum, kemudian masukkan tepung terigu kering kedalamnya, aduk aduk hingga rata.
  • Tuangkan susu kedalam tumisan bawang bombany yang sudah di campur dengan tepung terigu sedikit-sedikit sambil diaduk sampai adonan rata. Kemudian masukkan secara berurutan : daging cincang, garam, pala halus, merica halus dan gula pasir. Aduk sekali lagi sampai adonan betul betul rata kemudian diamkan sampai dingin.
  • Buatlah adonan bulat bulat besar sebesar Bakso, berturut turut gulingkan bola bola kedalam tepung roti, celupkan ke dalam telur kocok dan gulinkan sekali lagi ke tepung roti.
  • Masukkan ke dalam minyak panas yang cukup banyaknya kemudian goreng sampai matang dan berwarna kuning kecoklat coklatan. Pakailah api yang sedan saja supaya tingkaat kematangan merat. Angkat lalu tiriskan
  • Siap disajikan bersama saus tomat atau keju melt pastinya lebih lezat.

Resep yang tadi kita buat bisa untuk 30 Buah Bitterballen yang lezaat

Walaupun bentuknya seperti kroket kecil tapi rasa bitterballen sangat berbeda dengan kroket, untuk mana yang lebih enak kembali lagi kke selera kita.

 

Selamat mencoba di rumah bunda

Pengrajin Anyaman Besek Bambu

Besek bambu sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya pulau Jawa sejak lama. Sebelum era modern saat ini, anyaman bambu sudah banyak dipakai di berbagai macam sisi kehidupan masyarakat. Bahkan rumah-rumah masyarakat pedesaan banyak yang masih menggunakan anyaman bambu hingga saat ini.

Besek terbuat dari bambu. Batang bambu dibelah-belah hingga menjadi belahan bambu yang tipis dan siap untuk dianyam. Pada sebagian pengrajin, setelah bambu menjadi bilah tipis, bilah bambu dihaluskan terlebih dahulu dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan pelitur. Hasilnya, bukan saja bilah bambu jadi halus dan aman untuk tangan, tapi juga menjadi lebih indah.

Bilah bambu tersebut dianyam menjadi berbagai macam produk. Untuk pengrajin bambu yang mempunyai kemampuan meningkatkan nilai usahanya, pengrajin bambu bisa menganyam berbagai macam produk sesuai permintaan pasar. Bahkan tidak sedikit produk anyaman bambunya menembus ekspor ke mancanegara.

Akan tetapi tidak semua pengrajin bambu bisa membuat bermacam-macam produk sesuai permintaan pasar. Masih banyak pengrajin bambu yang hanya bisa menganyam bambu dengan produk yang sederhana saja seperti besek. Kendala para pengrajin ini bisa banyak hal, seperti modal, usia hingga kemampuan memasarkan produk.

Bila kendala adalah modal, bisa dibuat koperasi simpan pinjam di kampung-kampung dengan bantuan dan tanggungan desa. Modal koperasi simpan pinjam tentu saja bukan dari anggotanya, tetapi dari pihak lain yang bisa memberi pemodalan untuk umkm mikro. Misalnya dana desa, pinjaman Bank untuk ukm mikro yang sejalan dengan program pemerintah. Sebaiknya, pihak petinggi desa pro aktif dengan menanyakan program yang ada di dinas industri setempat. Banyak program peningkatan usaha kecil menengah dari pemerintah.

Kendala yang lain, bila usia pengrajin sudah tua sehingga usaha untuk meningkatkan keahlian akan banyak mendapat kesulitan. Bila hal ini yang terjadi, pengrajin yang berusia lansia bisa dibantu dengan bekerja sama dengan pihak lain. Para lansia membuat besek seperti pada umumnya, hasilnya diteruskan dengan memberi nilai lebih pada besek oleh pihak lain. Misalnya dengan mengecat, memberi hiasan, sehingga besek bisa dijual dengan lebih mahal.

Pemasaran produk anyaman bambu bisa dengan berbagai macam cara. Saat ini yang paling mudah dan paling sedikit modal pemasarannya adalah dengan menawarkan melalui toko online. Harapannya, anyaman bambu yang paling sederhana pun, yaitu besek bambu, bisa meningkatkan taraf hidup pengrajin bambu