Kategori: Kerajinan

Pengrajin Anyaman Besek Bambu

Besek bambu sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya pulau Jawa sejak lama. Sebelum era modern saat ini, anyaman bambu sudah banyak dipakai di berbagai macam sisi kehidupan masyarakat. Bahkan rumah-rumah masyarakat pedesaan banyak yang masih menggunakan anyaman bambu hingga saat ini.

Besek terbuat dari bambu. Batang bambu dibelah-belah hingga menjadi belahan bambu yang tipis dan siap untuk dianyam. Pada sebagian pengrajin, setelah bambu menjadi bilah tipis, bilah bambu dihaluskan terlebih dahulu dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan pelitur. Hasilnya, bukan saja bilah bambu jadi halus dan aman untuk tangan, tapi juga menjadi lebih indah.

Bilah bambu tersebut dianyam menjadi berbagai macam produk. Untuk pengrajin bambu yang mempunyai kemampuan meningkatkan nilai usahanya, pengrajin bambu bisa menganyam berbagai macam produk sesuai permintaan pasar. Bahkan tidak sedikit produk anyaman bambunya menembus ekspor ke mancanegara.

Akan tetapi tidak semua pengrajin bambu bisa membuat bermacam-macam produk sesuai permintaan pasar. Masih banyak pengrajin bambu yang hanya bisa menganyam bambu dengan produk yang sederhana saja seperti besek. Kendala para pengrajin ini bisa banyak hal, seperti modal, usia hingga kemampuan memasarkan produk.

Bila kendala adalah modal, bisa dibuat koperasi simpan pinjam di kampung-kampung dengan bantuan dan tanggungan desa. Modal koperasi simpan pinjam tentu saja bukan dari anggotanya, tetapi dari pihak lain yang bisa memberi pemodalan untuk umkm mikro. Misalnya dana desa, pinjaman Bank untuk ukm mikro yang sejalan dengan program pemerintah. Sebaiknya, pihak petinggi desa pro aktif dengan menanyakan program yang ada di dinas industri setempat. Banyak program peningkatan usaha kecil menengah dari pemerintah.

Kendala yang lain, bila usia pengrajin sudah tua sehingga usaha untuk meningkatkan keahlian akan banyak mendapat kesulitan. Bila hal ini yang terjadi, pengrajin yang berusia lansia bisa dibantu dengan bekerja sama dengan pihak lain. Para lansia membuat besek seperti pada umumnya, hasilnya diteruskan dengan memberi nilai lebih pada besek oleh pihak lain. Misalnya dengan mengecat, memberi hiasan, sehingga besek bisa dijual dengan lebih mahal.

Pemasaran produk anyaman bambu bisa dengan berbagai macam cara. Saat ini yang paling mudah dan paling sedikit modal pemasarannya adalah dengan menawarkan melalui toko online. Harapannya, anyaman bambu yang paling sederhana pun, yaitu besek bambu, bisa meningkatkan taraf hidup pengrajin bambu