Suasana Keluarga Harmonis, Inilah Cara Mengembalikannya

Suasana keluarga terkadang menjadi tidak harmonis dikarenakan beberapa hal. Contohnya seperti adanya pertengkaran antar anak karena hal kecil atau bisa juga karena suami dan istri yang berselisih paham. Suasana yang awalnya tenang, bisa saja menjadi tidak harmonis dan kaku. Bila ini dibiarkan saja, maka akan bisa berdampak buruk, salah satunya adalah muncul sensitivitas. Bila rasa sensitif muncul, maka hal kecil atau kesalahan kecil dapat berakibat fatal karena akan sangat mudah dibesar-besarkan. Dampak yang lebih buruk adalah terjadinya pertengkaran hebat yang bisa berujung pada saling menyakiti secara fisik. Tentu ini bukanlah hal yang diharapkan. Maka mengembalikan suasana keluarga harmonis menjadi begitu penting.

Salah satunya adalah dengan sabar. Sabar artinya menerima salah yang telah diperbuat dan kemudian memakluminya. Atau sebaliknya, memaklumi kemudian memaafkan. Namun meski demikian, perlu dibersamai juga dengan koreksi agar salah tidak diulangi lagi secara sengaja maupun tidak sengaja. Contohnya, bila mendapati anak-anak bertengkar karena hal kecil seperti rebutan mainan, maka orang tua hendaknya melerai mereka sembari memberikan pengertian kepada mereka kenapa bertengkar tidak sebaiknya dilakukan. Pada momen inilah orang tua dapat mengajarkan mereka untuk saling minta maaf dan memaafkan kesalahan saudaranya. Proses mengembalikan suasana keluarga agar harmonis akan lebih cepat diwujudkan. Namun bagaimana bila yang bertengkar adalah orang tua anak-anak?

Baca Juga : Cara Termudah Menciptakan Keluarga Harmonis

Perselisihan juga dapat terjadi antara suami dan istri. Masalahnya pun bisa beragam, mulai dari masalah kecil seperti teh atau kopi yang telat disiapkan, sampai masalah uang yang sangat sensitif. Bila kesalahan tersebut masih dalam batas wajar maka dahulukan diskusi. Maklumilah bahwa suami atau istri bisa saja membuat kesalahan. Kemudian maafkan sembari bercengkerama kembali. Namun bila masalah yang sangat berat yang dihadapi, maka selesaikan dengan berhati-hati tanpa harus menyakiti secara fisik maupun verbal. Dengan ini, masalah pun dapat berakhir. Hasilnya, keluarga harmonis kembali. Dan yang perlu diingat, mengembalikan suasana keluarga agar harmonis bukan hanya untuk urusan suami istri, melainkan juga anak-anak mereka.